Saturday, 31 January 2015

APLN (PT. Agung Podomoro Tbk.)

JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) bersiap menggulirkan proyek Pluit City yang melibatkan reklamasi pantai utara Jakarta. Melalui anak usahanya, PT Muara Wisesa Samudra (MWS), pengembang ini menunjuk PT Boskalis dan Van Oord sebagai kontraktor untuk pengerukan dan pembuatan lahan proyek tersebut.
Wibisono, Hubungan Investor Agung Podomoro mengatakan, perusahaan itu harus merogoh kocek hingga Rp 4,9 triliun untuk membayar kedua kontraktor tersebut. Nilai kontrak itu di luar belanja modal Agung Podomoro tahun ini yang berkisar Rp 6,5 triliun sampai Rp 7,5 triliun. "Kami memilih kontraktor yang sudah terkenal dalam membuat pulau reklamasi," ujar Wibisono pada KONTAN Jumat (30/1).
Boskalis terlibat dalam beberapa proyek reklamasi di dunia, seperti pembangunan bandara internasional New Doha di Qatar dan Pusan Newport di Korea Selatan. Sementara Van Oord pernah menggarap reklamasi saat terlibat di proyek Palm Jumeirah dan The World Dubai di Arab Saudi.
Kedua kontraktor itu akan mengerjakan proyek reklamasi seluas 160 hektare (ha) yang ditargetkan rampung pada 2018 mendatang. Setelah pulau reklamasi kelar, Agung Podomoro baru membangun proyek Pluit City.
Logo PT. Agung Podomoro Tbk.  (APLN)
Proyek ini terdiri dari tiga pulau buatan. Sekitar 60% dari luas lahan akan digunakan sebagai lahan proyek residensial dan komersial. Di pulau hasil reklamasi, Agung Podomoro akan membangun 20 menara apartemen, yang masing-masing berisi 500 unit, 1.200 ruko, perumahan, vila, perkantoran, dan mal. "Kami akan bangun township baru di sana dengan komposisi terbesar merupakan residensial," kata dia.
Untuk mengidentifikasi pasar Pluit City, Agung Podomoro telah melakukan soft launching sejak pertengahan Januari lalu. Para konsumen yang tertarik membeli sudah bisa memberikan booking fee, sebelum melakukan proses jual beli.
Wibisono bilang, pra peluncuran proyek bertujuan untuk melihat animo masyarakat terhadap proyek tersebut, sebelum perusahaan itu melakukan menggelar pemasaran proyek Pluit City. Sementara itu, untuk waktu pemasaran dari proyek Pluit City sendiri belum ditentukan pengembang ini.
Pasalnya, untuk melakukan pemasaran, Agung Podomoro harus terlebih dahulu mengantongi sejumlah izin. Salah satunya adalah izin tata ruang. "Kami sedang menunggu semua izin keluar. Jika izin sudah keluar, kami bisa memasarkan proyek tersebut. Kami harap tahun ini bisa memasarkan proyek Pulit City," ujar dia.
Sumber : kontan.co.id

Saturday, 30 August 2014

Satuan Perdagangan dan Faksi Harga Saham

Satuan Perdagangan Saham adalah besarnya jumlah satuan saham yang diperbolehkan untuk dijual atau dibeli di lantai bursa. Sedangkan Faksi Harga Saham adalah satuan kenaikan/penurunan harga saham, sesuai dengan harga masing-masing saham pada satu waktu tertentu. Saat ini dua hal tersebut diatur oleh Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia nomor Kep-00071/BEI/11-2013

MDLN (PT. Modernland Realty Tbk.)

Saat pertama kali diluncurkan di bursa saham pada 3 Desember  2001, harga saham MDLN bernilai 22.5 rupiah, namun pada penutupan tanggal 29 Agustus 2014 harga saham MDLN ditutup pada 535 rupiah. Artinya selama 13 tahun harga sahamnya telah naik sebesar 2.277 %.  Harga tertinggi saham ini terjadi pada bulan Mei 2013 yaitu sebesar 565 rupiah. Sedangkan rata-rata volume yang diperdagangkan tiap harinya selama 3 bulan terakhir adalah sebesar 20,841,300 lembar saham. 
Sumber : finance.yahoo.com

Monday, 31 March 2014

BTEL (PT. Bakrie Telecom Tbk.)

Achmad Rouzni Noor II - detikinet. 31 Maret 2014 - Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk, pemilik merek dagang Esia, membukukan kerugian Rp 2,645 triliun sepanjang 2013. Sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya yang menderita kerugian Rp 490 miliar lebih tinggi, tepatnya Rp 3,138 triliun.

Dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten dengan kode BTEL ini hanya mampu meraih pendapatan Rp 2,072 triliun di 2013 atau turun 12% dibandingkan 2012 yang mencapai Rp 2,360 triliun.

Hingga akhir 2013, jumlah pelanggan Esia juga hanya tercatat 12 juta, cuma naik tipis dari jumlah pelanggan di 2012 sebanyak 11,7 juta. Itu artinya, dalam setahun Bakrie Telecom hanya membukukan 300 ribu pelanggan baru.

Sedangkan laba usahanya pada 2013 tercatat Rp 3,6 miliar meskipun tahun sebelumnya ada rugi usaha Rp 500 miliar. Pertumbuhan laba usaha ini disebabkan kemampuan BTEL menekan beban usaha 28% dari Rp 2,86 triliun pada 2012 menjadi Rp 2,07 triliun pada 2013.

Bakrie Telecom juga menorehkan EBITDA--earning before interest, taxes, depreciation and amortization, sebesar Rp 911 miliar dalam laporan keuangan terakhirnya, seperti dikutip Senin (31/3/2014).

Menurut Director & Chief Finance Officer Bakrie Telecom Bachder Bachtarudin kinerja perusahaan terus membaik sejalan keberhasilan revitalisasi yang secara konsisten dilakukan perseroan.

"Berbagai inisiatif pengembangan produk dan layanan seperti gratis telepon dan SMS sesama pelanggan Esia serta penjualan langsung dalam mobile roadshow di beberapa kota besar di Indonesia berhasil meningkatkan jumlah pelanggan," katanya.

Bakrie Telecom pada tahun 2014 ini juga menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar USD 25 juta hingga USD 30 juta untuk menopang operasionalnya agar kinerja terus membaik.

(rou/rou)

Monday, 3 March 2014

PKPK (PT. Perdana Karya Perkasa Tbk.)

INILAHCOM, Jakarta 3 Maret 2014 - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara (unsuspend) saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) sejak sesi I perdagangan hari ini. "BEI telah unsuspend saham PKPK mulai pagi ini di seluruh pasar," kata Kadiv. Perdagangan Saham BEI, Andre P.J Toelle dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (3/3/2014). Menurut dia, unsuspend dilakukan Bursa karena perseroan telah memenuhi kewajibannya untuk membayar sanksi denda yang dikenakan oleh Bursa. Adapun pasca-pencabutan suspensi, saat ini harga saham PKPK masih belum mengalami pergerakan dan masih berada pada posisi Rp98 per saham. PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) adalah perusahaan yang bergerak di industri Engineering dan Construction Services, dengan Soerjadi Soedarsono sebagai Presiden Direktur. (Bloomberg). Perusahaan ini memiliki homebase di Samarinda, Kalimantan Timur. Sumber : inilah.com

Thursday, 27 February 2014

SIMP (PT. Salim Ivomas Pratama Tbk.)

Jakarta - 28 Februari 2014 - Perusahaan sawit Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 524 miliar di 2013, anjlok 55% dari Rp 1,157 triliun. Laba tergerus turunnya omzet yang disertai peningkatan biaya operasi pasca kenaikan upah buruh. Penjualan bersih tercatat turun 4% menjadi Rp 13,28 triliun pada tahun 2013 dibandingkan Rp 13,85 triliun di tahun 2012 terutama seiring penurunan volume dan harga jual rata-rata dari minyak goreng curah dan minyak kelapa. Tingginya biaya produksi serta karena kenaikan upah dan produktivitas yang lebih rendah dari area yang baru menghasilkan membuat marjin laba perseroan menyempit. "Tahun 2013 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri agribisnis, tapi di triwulan IV kinerja kmai cukup kuat karena adanya pemulihan di harga jual komoditas dan tingginya volume penjualan produk sawit," kata Presiden Direktur Salim Ivomas Mark Wakeford dalam siaran pers, Jumat (28/2/2014). Volume penjualan CPO perseroan meningkat 4% dari 828.000 MT pada tahun 2012 menjadi 864.000 MT pada tahun 2013 yang disebabkan realisasi persediaan posisi akhir tahun 2012. Penjualan gula meningkat 21% dari 62.000 MT pada tahun 2012 menjadi 76.000 MT pada tahun 2013. Sedangkan Volume penjualan karet turun tipis 4% dari 16.600 MT pada tahun 2012 menjadi 15.900 MT pada tahun 2013. Volume penjualan minyak goreng, margarin, dan minyak kelapa turun 2% dari 808.000 ton pada tahun 2012 menjadi 790.000 ton di tahun 2013. Angga Aliya - detikfinance

Friday, 21 February 2014

HDTX (PT. Panasia Indo Resources Tbk.)

Tahun 2014 adalah tahun dimana sering disebut banyak orang sebagai tahun politik. Hal ini karena pada tahun ini akan diadakan pemilihan umum, yang akan dimulai pada bulan April nanti. Sektor apa yang menarik untuk diamati sebagai referensi untuk investasi? Mungkin salah satunya adalah sektor tekstil dan garmen. Dan salah satu perusahaan tekstil dan garmen yang akan kita ulas adalah saham PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX). HDTX adalah salah satu dari 18 perusahaan yang bergerak di sektor tekstil dan garmen di bursa efek indonesia.

PT Panasia Indo Resources Tbk memproduksi dan perdagangan benang polyester dan serat. Operasi  Perusahaan tekstil antara lain pemelintiran, pemintalan, tenun, percetakan, pencelupan, dan finishing. Saat ini dewan direksi  HDTX dijabat oleh Awong Hidjaja sebagai Presiden komisioner, Seng Bouw Lim sebagai presiden direktur,  Drs. Suwadi Bing Andi dan  Soebianto Bambang Soegiarto sebagai direktur. Perusahaan ini memiliki 1,540 karyawan (insideview.com). Listing di BEI pada Juni 1990, HDTX berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya perusahaan ini bernama PT Panasia Indosyntex, dan berubah nama dengan persetujuan RUPS pada 24 Juni 2011.(okezone.com)

Harga saham HDTX per penutupan tanggal 21 Februari 2014 adalah 415 rupiah. Dalam 52 minggu terakhir, harga saham ini berkisar antara 415-930 rupiah.  Tercatat tidak ada transaksi pada tanggal tersebut (21 Februari 2014). (bloomberg)